Kamis, 21 Juli 2022

Kenapa Perlu Menggunakan Model?

Banyak yang menggunakan framework Codeigniter, tapi melupakan peran model. Sehingga mereka menulis code se'enaknya mereka. Ada yang naruh di controller, dan yang paling parah di bagian view.

Mari kita tengok ke dokumentasi resminya, apa sih yang model itu?  

Models are PHP classes that are designed to work with information in your database
Nah, begitulah model menurut dokumentasinya. Kalo kita mau buat query database, seperti untuk membaca, update, hapus atau insert, idealnya sih disimpen di model. 

Saya sering menemukan code, tidak sedikit yang masih menuliskan query di controller atau lebih parahnya ditulis di view. 

Lo, emangnya kenapa? kan yang penting aplikasi selesai dan client atau bos kita happy.

Jadi, jangan di tempatkan di sembarang tempat.

Kalo kita hanya membuat aplikasi untuk diri kita sendiri atau kita kerja hanya sendiri itu mungkin tidak terlalu masalah. Tapi, kalo kita bekerja secara tim, itu yang akan menimbulkan masalah.

Emang kamu mau semuanya ngerjain sendiri? dari frontend yang ngurusin javascript, css, dan tampilan responsive sampai backend, ngurusin logic aplikasi dan database. ah uda pasti gak mau kan.

Menurutmu orang-orang yang bekerja di frontend, yang seharusnya mengurus tampilan harus mengerti source code yang kamu tulis di view? kalo terjadi error, nanti kamu yang marah-marah. gak boleh gitu dong. Itu bukan urursan mereka.

Bukankah kita menggunakan framework agar code yang buat mudah di maintenance? framework itu sudah menyediakan struktur dan arsitektur. Semuanya tinggal pakai. Sehingga ketika bekerja dalam tim, kita semua sudah paham, dimana controller, model untuk mengakses database, file utility dan lain sebagainya. Itu sudah diatur oleh framework. Tapi, kalo misal kita menempatkannya dimana-mana, jadi tentu sulit untuk menemukan source codenya jika terjadi bug dalam aplikasi.

Memang framework Codeingiter itu tidak terlalu strict banget ya. Kita dapat memanggil model, library dimanapun. Di controller, helper bahkan di view bisa dipanggil. Framework ini tidak akan komplen atau menyebabkan aplikasi menjadi error. Tapi, kalo kita bekerja dalam tim, kita tidak bisa begitu. Perlu ada pengaturan atau kesepatakan yang harus dipatuhi oleh semua member agar aplikasi yang kita buat selain berjalan dengan benar, aplikasi juga mudah untuk di maintence.

Tapi, dengan cara seperti itu code jadi berantakan coy. Misal kita memanggil library database di view, wah itu akan merepotkan yang ngoding frontend. Kasian tu, kan mereka belum tentu tau tentang kodingan kita. Mungkin mereka hanya tau tentang html, css dan javascript.
[contoh kode]
Selain itu, code akan menjadi sulit di menten. Dengan kode yang berserakan dimana-mana, jika ada salah satu yang error, maka Anda harus memeriksa semuanya.

Semua model, di extends dari kelas CI_model. Contoh:


query diatas menggunakan fungsi active record, jadi pastikan kamu load dulu class database ya.
Model disimpan di folder application/models.
Untuk dapat menggunakan/memanggil kelas model seperti diatas, kita memanggilnya dengan cara seperti ini:
Jadi, kita jangan nyimpen query dimana aja. Kadang aku lihat ada yang nyimpen di controller, ada juga yag nyimpe di view. Ya, memang tidak masalah ketika kode itu dijalankan. Dengan tujuan untuk mempermudah, dan tidak mengulangi code yang sama dengan kode yang sama, kita gunakan model.

Mengenal View

Masih ingat konsep MVC?

Coba kalian perhatikan dalam folder application. Kalian akan melihat folder dengan nama views. Disinilah kita akan menyimpan file-file html. File-file yang digunakan untuk menampilkan data baik itu teks, tabel, grafik, gambar, video, audio atau kombinasi dari semuanya.

Masih ingat kan dengan konsep MVC? V-nya itu adalah view.

Kalo kamu lupa, coba kamu baca lagi [disini].

Data itu bisa apa aja. Bwntuknya busa dalam bentuk tabel atau hanya teks gambar, suara video dan lain sebagainya.

Misal kita akan menampilkan daftar siswa. Kita akan merepresentasikannya dalak bentuk tabel. Kita buat filenya dalam folder views lalu kita panggil view tersebut di dalam controller.

View merupakan salah satu element dari component mvc.

Bingung gue mau nulis apa ya. oh iya disini aku. Halo teman-teman kali ini saya akan menjelaskan salah satu komponen dari MVC, yaitu view. Kalo teman-teman belum mengenal apa itu MVC, kalian bisa baca disini. Karena penting, kalian harus baca dulu ya sebelum melanjutkan membaca tulisan ini.

Ok kita lansung aja. Jadi view itu adalah model atau data diprensentasikan. Misal bentunya itu bisa berupa tabel, gambar, graphic dan lain sebagainya. Dengan kata lain, view itu berurusan dengan bagaimana data akan ditampilkan. Oleh karena itu, di dalam view itu idealnya diminimalkan atau dihilangkan sama sekali (kalo bisa) code-code yang berkaitan dengan proses bisinis.

View ini akan dipanggil oleh controller. Pemanggilan view ini bergantung pada reqest yang datang dari user. Misal, saya ingin informasi tentang daftar siswa. Saya akan klik link siswa misalnya, maka request itu akan diterima oleh controller. Setelah itu, controller akan memanggil model siswa untuk mendapatkan data siswa. Data sudah siap, akhirnya data itu dikirim ke view untuk ditampilkan ke browser.

View tidak sama seperti controller atau model. Sekedar untuk menyegarkan ingatan, bentuk controller dan model itu berupa class. Sedangkan view berupa html.

Persoalan tentang bagaimana data itu ditampilkan, itu adalah urusan view. Misal kita akan menampilkan data siswa dalam bentuk tabel. Dan untuk headernya kita akan gunakan font dengan ukuran 11pt. Nah, semua urusan itu kita tempatkan di view. 

Lho bukannya itu harusnya diatur melalui css ya? betul

Datatable

Datatabel, pasti kalian pernah denger kan ya?
Ya, library yang biasa digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk tabular.

Disini materi yang dibahas yaitu tentang datatable. materi yang dibahas

menggunakan datatable secara default
menggunakan datatable sever side
implementasi pencarian
implementasi sorting
control sorting

Rabu, 06 Juli 2022

Aku kira Codeigniter 3 sudah tiada, ternyata tidak!

"Codeigniter versi 3 aja belum rampung belajarnya, eh uda keluar versi 4" 

Ada beberapa orang mengeluh seperti itu.

Apakah salah satunya kamu? 

Dengan kehadiran versi 4, bukan berarti versi sebelumnya sudah tidak digunakan. Tapi, mungkin betul untuk pengembangannya sudah dihentikan.

Ya, aku kira seperti itu, dia sudah tiada karena digantikan dengan versi terbaru, versi 4.

Aku coba mampir, ternyata di dokumentasi 4 itu masih ada link ke Codeigniter 3. Diklik, eh tenyata masih aktif lho.

Gak percaya, coba aja klik disini.

Codeigniter 3
Sumber: https://codeigniter.com/userguide3/index.html

Tuh kan, masih ada.

Kadang-kadang itu diperlukan ketika sedang mengerjakan aplikasi yang masih menggunakan versi ini. 

Saat ini, sudah ada framework baru dan modern, salah satunya Laravel. Oleh karena itu, memang sudah banyak yang meninggalkan framework ini (Codeigniter).

Eits, tapi jangan salah. 

Meski sudah banyak yang ditinggalkan, tapi masih banyak aplikasi yang masih menggunakan versi Codeigniter versi 3. Tidak banyak juga perusahaan yang mau segera migrasi ke teknologi terbaru. 

Alasanya bisa macam-macam, bisa jadi mungkin karena faktor keuangan, waktu dan juga resiko. Atau mungkin masih merasa belum saatnya. 

Dengan begitu, untuk melakukan perawatan aplikasi masih butuh . 

Sudah pasti itu butuh perawatan. Kalaupun mau di migrasi, misal menggunakan laravel, perlu keahlian untuk membacanya.

Jadi, bagi kamu yang sedang belajar Codeigniter 3 jangan berkecil hati, sasih banyak yang membutuhkan skill kamu. Entah itu untuk perawatan aplikasi atau menambahkan fitur baru.