Senin, 25 Mei 2020

Mari Berkenalan dengan Controller

Controller adalah salah satu component dari MVC. Jika teman-teman belum familiar dengan istilah ini, kalian bisa baca disini.

Controller adalah class yang berisi code untuk menghadle atau merespon request dari user. Misal kalian mengetikan url di browser seperti ini: example.com/product. Codeigiter akan memanggil controller product dan memberikan response balik ke user.

Responsenya apa?

Bergantung dengan kebutuhan. Bisa bentuknya json, xml atau file html.

Respon dalam bentuk json atau xml biasanya digunakan untuk rest api atau ajax. Yang dikirim hanya data. Json atau xml itu hanya bentuk data yang dikirim.

Di dalam controller, selain untuk merespon request dari user, biasanya juga berisi business logic. Misalnya validasi data, pengkondisian dan lain sebagainya.

Nah, sekarang Anda sudah tahu peran controller.

Lalu, bagaimana cara membuat controller?

Membuat File Controller

Controller itu merupakan class yang di extends dari class CI_Controller. Secara default di tempatkan di dalam folder application/controllers.

[ source code ]

Kode di atas merupakan bentuk sederhana class controller. Sebuah class yang di extend dari CI_Controller yang mempunyai function minimal satu, yaitu index.

Di dalam class controller tidak dibatasi berapa jumlah function yang boleh kita buat. Namun, agar kode kita mudah di pelihara, idealnya di kelompokan menjadi beberapa kelas bergantung dengan konteks.

Routing

Fungsi index akan dipanggil secara default.

Secara default, bentuk url codeigiter akan seperti ini:

http://myapp.com/index.php/blog_controller/function

Ketika ada request dengan url seperti itu, Codeigiter akan mencari controller dengan nama blog kemudian di instansiasi.

Salah satu materi penting untuk dibahas controller.
  • File controller disimpan di application/controllers/controller_name
  • Untuk memanggil controller tersebut, yaitu dengan memanggil nama classnya.
  • Secara default, method index yang akan ditampilkan jika tidak ada method lain yang dipanggil
  • melewatkan parameter ke fungsi controller
  • menerima input
  • menampilkan response
  • memanggil view

Ini yang saya lakukan sebelum lanjut menggunakan framework

Tidak jarang saya menemukan pertanyaan seperti ini di forum:

"Hallo mastah, saya mau belajar Codeigniter tapi bingung harus mulai dari mana?"

atau seperti ini:

"Saya mau belajar codeigniter, kira-kira mulai dari mana ya?"

Dulu, sebelum saya menggunakan framework ini, saya sudah punya bekal pengetahuan dasar menggunakan php. Mulai dari apa yang harus di install, mengamati bagaimana cara kerjanya.

Kemudian saya mengenal konsep pemograman berorientasi objek. Program yang tadinya terdiri dari fungsi-fungsi, di kelompokan menjadi objek-objek yang saling berkomunikasi satu sama lain. Saya mengenal yang nama class, inheritance, polymorphism dan lain-lain yang berkaitan dengan itu.

Tidak perlu pengetahuan yang mendalam tentang Object Oriented Programing untuk mulai menggunakan Codeigniter, kita tahu bagaimana membuat class dan bagaimana melakukan inheritance, itu sudah cukup. Kita sudah bisa membuat web app menggunakan Codeigniter.

Menurut saya, bagi kamu yang masih bingung harus mulai dari mana, cobalah dulu yang paling sederhana, yaitu coba jalankan atau install Codeigniter di komputer kamu.

Sebenarnya, jika kamu sudah tahu dan pernah membuat program menggunakan PHP, walaupun sederhana, harusnya tidak begitu sulit untuk memulai. Karena kamu sudah mempunyai bekal yang cukup untuk memulai.

Yuk, bagi kamu yang masih bingung, coba lakukan hal sederhana berikut:

Kamu kunjungi websitenya, download dan pindahkan ke komputer kamu.

Apakah kamu pernah mencobanya? sederhana saja, minimal install dulu.

Hm, agak aneh juga sih pertanyaannya. Padahal, kalo sudah mengerti bagaimana menggunakan PHP, yang tinggal ikuti aja dokumentasinya.

Sebelum saya menggunakan php framework, terlebih dahulu saya mempelajari dasar-dasar pemograman PHP. Mengetahui cara kerjanya, dan apa saja fitur yang ditawarkan.

Kemudian, saya membuat cms sederhana. Yang penting bisa insert, update dan delete. Itu saja. 


Pernah punya pertanyaan seperti itu gak? atau kalian pernah gak ditanya seperti itu?

Kalo kalian pernah seliweran di forum-forum php atau khususnya di forum codeigniter, saya yakin kamu pernah menemukan pertanyaan seperti itu.

Saat awal belajar, sayapun mengalami kebingungan seperti itu. Saya gak tau harus mulai dari mana. Waktu itu, internet belum seperti sekarang ini. Masih jarang yang menggunakan smartphone. Saya harus bulak-balik ke warnet. Kalo warnetnya kosong, lansung bisa pake. Tapi, jika sedang penuh? Mesti nunggu berjam-jam. Menyebalkan!

Ko jadi curhat?, oke langsung aja ya.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui sebelum mempelajari Framework Codeigniter:

1. Bahasa Pemograman PHP
   
Framework hanya tools tambahan. Di dalam framework tersebut sudah ada struktur, library, helper, security dan lain sebagainya, yang siap kita gunakan. Dengan begitu, kita hanya fokus dengan apa ingin kita buat dengan memanfaatkan dengan apa yang telah disediakan oleh framework.

Misal, kita ingin aplikasi berinteraksi dengan database, gunakan library active record. Dengan library ini, kita gak perlu report untuk urusan query-query ke database. Library ini akan meng-generate query, sehingga meminimalkan kesalahan dalam mengetikan query.

Atau kita ingin membuat validasi untuk form, ada library form_validation. Anda hanya perlu baca dokumentasi dan ikuti. Kecuali, untuk hal-hal yang lebih detail kita perlu untuk membuatnya sendiri. Contoh: validasi username atau email tidak harus unik.

Tetapi, dasar dari itu semua adalah bahasa pemograman PHP. Kita mesti tahu bagaimana mendefinisikan variable, fungsi, class, pengkodisian, looping dan lain sebagainya. Kenapa? karena seperti yang saya singgung sebelumya, framework hanya sebuah tools tambahan. 

Jadi, bagi kalian yang belum mengenal PHP, jangan dulu loncat ke framework ya. Kalo kalian tetap memaksakan, dijamin kalian pasti bingung.

2. Pemograman Berorientasi Objek

Tulisan ini dibuat mengacu pada Framework Codeigniter versi 3. Di versi ini, tidak seutuhnya menggunakan konsep Object Oriented Programing. Tetapi yang perlu Anda ketahui adalah konsep class dan inherintance. Saya tidak mengatakan bahwa yang lainnya itu tidak perlu, tetapi yang lainnya jarang digunakan.

Kita akan menggunakan class dan inheritance di Controller, Model atau Library.  Berikut adalah contoh class Controller:


Potongan kode diatas, kita mendefinisikan class dengan nama Employee_controller yang di extends atau diturunkan dari class CI_Controller. Dengan begitu, class Employee_controller akan mewarisi atau memiliki fungsionalitas yang diturunkan dari moyangnya, yaitu CI_Controller.

Kang, saya sudah belajar dengan apa yang sudah disebutkan akang tadi, baik pemograman php maupun konsep pemograman berorientasi objek. Tapi, ketika saya buka dokumentasinya, saya harus mulai dari mana?

Baiklah, mari kita lanjut dengan pengenalan Controller dan View.

Sabtu, 10 Agustus 2019

Update Mutiple Data dalam 1 Query Sekaligus

Sebelumnya saya pernah posting tentang cara Insert Multiple Data dalam 1 Query Sekaligus. Kali ini, yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya update beberapa data sekaligus. Jadi, dengan menggunakan cara ini, kita nggak perlu melakukan looping untuk update data satu persatu, karena Query Builder sudah menyediakan fungsinya.

Nama fungsinya mirip dengan insert_batch. Kalian bisa tebak apa nama fungsinya? Ya betul, nama fungsinya adalah update_batch. Fungsi tersebut memungkinkan kita untuk dapat meng-update beberapa data sekaligus
Ada 3 parameter yang diperlukan fungsi tersbut. Pertama adalah nama table, kedua data yang akan diupdate, dan yang ketiga adalah nama field primary key.

Kang, masih bingung nih, bisa dikasi contoh gak? baiklah, perhatikan contoh berikut:

Parameter pertama sudah jelas ya nama tabel, yaitu kita akan meng-update data di table mana. Parameter kedua adalah data yang akan kita update. Bentuknya hampir sama dengan insert_batch. Anda bisa menggunakan array atau object.  Sedangkan yang ketiga key kriteria yang kita gunakan untuk update. Di potongan kode di atas, kita menggunkana kriteria item_id.

Mirip bukan dengan fungsi insert_batch? yang membedakan adalah parameter ketiga, yaitu ada field key, item_id.

Ok, mari kita ambil contoh. Misal kita akan mengupdate semua stok atau quantity produk jadi 0. Daripada kita update satu persatu, yang hanya akan membuat database kita bengek, mari kita buat dalam satu transaksi sekaligus.

Selamat mencoba ya

Insert Multiple Data Sekaligus dalam 1 Query

Kadang-kadang dalam satu form kita butuh input data banyak sekaligus, misal data sales order. Data seperti itu, kan minimal punya 1 item, dan mungkin paling banyak 100 item. Ya, bisa jadi lebih dari itu. Tapi, saya belum kebayang form-nya seperti apa. hehe

Namun, hingga saat ini, saya masih sering menemukan kode, kurang lebih seperti ini:
Ya memang,  cara itu nggak salah, tapi tidak efektif. Kenapa? ketika melakukan insert data ke database, tentu aplikasi memerlukan waktu, seperti membuka koneksi, generate query string, lalu menjalankan query tersebut. Bila data yang akan kita insert/simpan itu jumlahnya 10, maka applikasi itu akan melakukan rangkaian proses itu sebanyak 10 kali. Itu hanya untuk 1 request, bagaimana jika ada yang 100 melakukan request yang sama. Tentu ini akan cukup banyak memakan waktu, bukan?

Sebenarnya, class Query Builder ada fungsi insert_batch(), yaitu fungsi untuk melakukan insert dengan banyak data sekaligus.

Fungsi tersebut memerlukan 2 parameter, yaitu nama tabel dan data dalam bentuk array atau object.

"Baiklah, sekarang saya tahu ada fungsi insert_batch, tapi saya males baca dokumentasinya, bisa kasih contoh nggak?" coba perhatikan potongan code class model berikut:

Gampangkan ya? yang membedakan dengan insert biasa adalah type parameternya. Selain itu, di fungsi tersebut, saya sengaja menambahkan exception jika parameternya bukan array. Tujuannya adalah agar penggunannya aware bahwa fungsi itu butuh parameter dalam bentuk array. Tidak boleh string, number, atau object. Jadi, jika ada yang menggunakan fungsi tersebut dengan melewatkan parameter yang tidak sesuai, maka errornya akan jelas.

Begitulah cara untuk melakukan insert data sekaligus dengan menggunakan Query Builder. Jadi, kita nggak perlu lagi tu melakukan looping memanggil fungsi insert berkali-kali seperti kode paling atas.

"Ok, bisa dikasi contoh nggak cara menggunakannya di controller kaya gimana?" Baiklah, gak ribet ko, malah lebih sederhana. Kita hanya melewatkan data tersebut dalam bentuk array. Berikut contohnya:

Gimana? lebih simple dan mudah bukan?

"Ya, sepertinya mudah, lalu bagaimana kalo untuk update?" Oh, itu sama mudahnya, tapi saran saya coba praktikan dulu.

"Lanjut ada deh, gimana kang?" Ok, ok, silahkan lanjutkan aja membaca disni: Update Multiple Data dalam 1 Query sekaligus.